Persija Jakarta tidak membawa Shahar Ginanjar dikala melawan PSM Makassar dalam final leg kedua Piala Indonesia di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8/2019). Tetapi, mereka menyangkal jikalau sengaja tidak membawa Shahar sebab keadaan sulit teror sebagian waktu lalu.

Seperti dikenal, Shahar yakni salah satu pemain Persija yang menyebutkan soal teror pelemparan batu oknum tidak bertanggung jawab sebagian waktu lalu. Melewati Instagram story-nya, Shahar membuktikan keadaan yang terjadi.

Sekarang, kiper yang sejatinya pernah memperkuat PSM itu tidak dibawa ke Makassar. Tetapi, Banuelos menyangkal keputusannya itu lantaran teror sebagian waktu lalu.

“Kami datang ke Makassar untuk perlombaan. Yang paling penting, perlombaan tak ada yang lain. Lomba nanti final yang ditunggu-tunggu oleh seluruh. Persoalan Shahar, biar kami saja yang tahu,” ungkap Banuelos terhadap wartawan.

Persija Jakarta sendiri membawa 18 pemain ke Makassar. Macan Kemayoran akan konsentrasi ke dalam perlombaan. Mereka tidak ingin lagi termakan berita-berita nonteknis.

“Persiapan kami betul-betul bagus. Pemain telah tahu alangkah pentingnya perlombaan nanti. Kami siap memberikan yang terbaik dan meraih gelar pemenang,” tutup ia.

Skuad ibukota punya daya ingat cantik melawan PSM di Stadion Andi Mattalatta. Mereka pernah menang 1-0 atas PSM di sana dikala persaingan Indonesia Soccer A melewati gol tunggal Emanuel Pacho Kenmogne. Tetapi tiga lomba kemudian di Makassar, mereka cuma meraih dua hasil imbang dan sekali keok.