romelu lukaku damprat manchester united

Romelu Lukaku damprat klub lamanya, Manchester United. Striker Inter Milan itu merasa sudah diperlakukan tak adil oleh pimpinan Setan Merah.

Lukaku tengah bersiap mengawali babak barunya bersama Inter Milan. Striker Belgia itu yakin kepindahan ke Inter dapat membenarkan kariernya yang terjun bebas selama membela MU.

Alasan Lukaku meninggalkan MU gampang dipahami. Ia tak lagi menjadi alternatif utama di bawah Ole Gunnar Solskjaer. Ketimbang menghangatkan tempat duduk cadangan, Lukaku memilih klub yang memang menginginkannya.

Tak Dibela Klub
Lukaku tahu alangkah kritisnya fans MU, ia siap mendapatkan kritik apa malahan. Melainkan, yang ia sesalkan ialah sikap klub yang seakan-akan sengaja menutup alat pendengaran ketika kritik pada pemain terlalu kejam.

Mesti ada pemain yang dikorbankan saat MU keok. Lukaku, Paul Pogba, atau Alexis Sanchez senantiasa menjadi target kemarahan fans.

“Mereka mesti mencari seseorang. Entah Pogba, atau aku, atau Alexis. Kami bertiga senantiasa diincar sepanjang waktu,” kata Lukaku terhadap LightHarted Podcast melewati Goal tentang Romelu Lukaku damprat MU.

“Mereka mesti menyalahkan seseorang. Aku cuma dapat mengangkat tangan, aku merasa bukan cuma aku yang bermain buruk tahun ini (2018/19).”

Bakat MU
Bagi Lukaku, keadaan seperti itu justu memecah regu dan membikin para pemain kian tertekan. Mereka tak dapat konsentrasi bermain dan pada kesudahannya hasil buruk akan terus berlanjut.

“Banyak pemain yang bermain buruk namun mereka konsisten mesti menemukan orang yang dianggap salah,” sambung Lukaku.

“Sekiranya mereka berharap menyalahkan aku, Anda tahu, brngs*k, lakukan apa yang berkeinginan Anda lakukan.”

“Aku kaprah regu kami ketika itu punya potensi untuk mengerjakan banyak hal hebat. Ada bakat luar lazim. Melainkan, bakat saja tak cukup, Anda mesti benar-benar membangun regu,” pungkasnya.